Langsung ke konten utama

Human Concepts

When you smell something burning, you will probably associate it with a certain thing; burning fish, for example. In your head, you already have certain concept of what burning fish smells like. In other words, you know what can happen if the fish is burnt too long or the fire is too big. So, there are two things which might cause it to take place. Later, you might also judge whether such fish is nice or not. It surely depends on your preconceptions; that is, concepts you have already had in mind. The concepts you have are, of course, influenced by your background.

The example given above shows that man has the capabilities to understand something instinctively. This will then be transformed into certain concepts. Those concepts depend on his background and understanding of the thing he has got before he comes to his judgement. With this kind of capabilities he can form many other things that have originated from his concepts. It can be observable things such as food, clothes, houses, to abstract ones such as value, morals, or mathematics.

Animals do not have the capability to form such concepts resulting from rational understanding. Naturally, they cannot intentionally do anything they like to meet their particular wish. For example, they cannot mix different kinds of ingredients with the fish , we were talking about above, to make it suit their taste.



The things you see, smell, taste, hear, and smell are all perceived through your senses. Your rational understanding will form those kinds of perception into certain concepts. It is clear that your perception of the things you have experienced is closely related to your life; that is, your background. In his higher level of understanding, man has metaphysical understanding. It is an abstraction of the nature of existence, truth, or knowledge.


Komentar

Artikel Sering Dibaca

Nilai Sebuah Kehidupan

Dari kisah nyata tahun 2013 ....  Entah siapa yang memberitahunya alamat saya, ia tiba-tiba sudah berdiri di hadapan saya. Seorang sahabat lama yang sudah hampir sepuluh tahun tidak pernah bertemu, perawakannya tidak ada yang berubah mulai dari cara bersisirnya hingga cara berpakaiannya. Bahkan jika saya tidak salah ingat, pakaian yang dikenakannya saat itu adalah pakaian sehari-hari yang saya lihat sepuluh tahun yang lalu. Ia bersepatu, tetapi saya tak sanggup menatap lama-lama sepatunya itu, hanya karena khawatir ia tersinggung jika saya menatapnya lama. Sebuah tas gemblok lusuh menempel di punggungnya, selusuh celana panjang yang warna hitamnya sudah memudar. Sebut saja Mino, ia langsung membuka tangannya berharap saya memeluknya sama hangatnya seperti dulu setiap kali kami bertemu. Tentu saja saya menyambut haru tangan terbukanya itu, kami pun berpelukan hangat dan cukup lama. Aroma matahari cukup menyengat dari tubuhnya tak membuat saya ingin melepaskannya, semerbak kerinduan ...

Sekilas Tentang PT Jasa Raharja

Berikut ini penulis menyampaikan pengalaman mengajukan klaim santunan kepada PT Jasa Raharja bila terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas jalan raya. Proses pengajuannya mudah, dan santunan dapat dicairkan dengan cepat. Hal ini penting disampaikan mengingat PT Jasa Raharja adalah BUMN yang melaksanakan asuransi kecelakaan penumpang alat angkutan umum yang merupakan implementasi dari: UU No 33 Tahun 1964 Jo PP No 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum menjelaskan korban yang berhak atas santunan adalah setiap penumpang sah dari alat angkutan penumpang umum yang mengalami kecelakaan diri, yang diakibatkan oleh penggunaan alat angkutan umum, selama penumpang yang bersangkutan berada dalam angkutan tersebut, yaitu saat naik dari tempat pemberangkatan sampai turun di tempat tujuan. Bagi penumpang kendaraan bermotor umum (bus) yang berada di dalam tenggelamnya kapal ferry, maka kepada penumpang bus yang menjadi korban diberikan santunan ganda. Sedangkan...

Cermin

Milikilah sebuah “hati” yang takkan pernah membenci… Sebuah “senyuman” yang takkan pernah pudar… Sebuah “sentuhan” yang takkan pernah menyakiti,,, Sebuah “cinta” yang takkan pernah pindah ke lain hati… Dan sebuah “Persahabatan” yang takkan pernah saling mengkhianati….

Sadar Diri

Bekerja itu adalah ibadah.  Apapun pekerjaannya, pekerjaan besar atau pun kecil, mesti dijalani dengan penuh ikhlas. Selama itu baik, halal, dan tidak merugikan sesama, bekerja harus dengan sungguh sungguh.  Kesungguhan hati dalam mencari rezeki merupakan sikap yang harus dijaga dan dipelihara. Setiap insan yang hidup diberi peran untuk mengisi kehidupan ini.  Tuhan sudah menggariskan setiap jiwa manusia untuk memenuhi takdir kehidupannya. Manfaatkan peran itu sebaik mungkin, sebijaksana mungkin, hingga memberi manfaat kepada sesama. Apa yang akan kita lihat di masa depan, adalah apa yang kita lakukan hari ini. Jadikan hari ini sebagai cermin, akan seperti apa hidup kita di kemudian hari. Jangan sia siakan, karena kehidupan dunia ini hanya sekali.  Tak kan terulang lagi!