Langsung ke konten utama

Postingan

Kunci Sukses Belajar Buat Para Siswa

Berikut kunci menjadi siswa yang sukses dalam belajar : Pertama, milikilah tekad untuk sukses belajar.   Jika kamu telah memiliki kemauan atau keinginan untuk sukses belajar, maka tingkatkan lagi untuk menjadi sebuah tekad sukses belajar.  Apa bedanya ?  Keinginan hampir pasti dimiliki oleh setiap orang.  Namun itu masih bersifat pasif.  Sementara tekad adalah keinginan yang kuat dan bulat, bagaimana caranya agar keinginan itu dapat dicapai.  Tekad adalah keinginan seseorang yang disertai dengan kesediaan untuk memenuhi segala persyaratan agar keinginan itu dapat tercapai. Kedua, yakinlah bahwa setiap pelajar dapat meraih sukses belajar.   Banyak ketidaksuksesan seseorang disebabkan karena dirinya tidak yakin dapat meraih kesuksesan itu sendiri.  Ini berlaku buat kamu, sebagai pelajar.  Ketidakyakinan bisa bermula dari anggapan bahwa dirinya bukanlah tipe pelajar yang pintar.  Namun simaklah baik-baik :  "Tidak ada pelajar yang bodo...

Cermin

Milikilah sebuah “hati” yang takkan pernah membenci… Sebuah “senyuman” yang takkan pernah pudar… Sebuah “sentuhan” yang takkan pernah menyakiti,,, Sebuah “cinta” yang takkan pernah pindah ke lain hati… Dan sebuah “Persahabatan” yang takkan pernah saling mengkhianati….

Memanfaatkan

Max Beerbohm, seorang kritikus dan karikaturis Inggris yang meninggal tahun 1956, pernah mengatakan bahwa kecemburuan orang pintar terhadap orang-orang bodoh selalu bisa diredakan oleh harapan untuk bisa “memanfaatkan” orang bodoh tersebut. Namun, kekonyolan tidak berhenti di sini, karena ternyata banyak orang pintar pun gampang “dikerjain” orang lain. Siapa tidak kenal Thomas Alva Edison, salah seorang penemu terbesar abad lalu. Dalam hidupnya ia mengantungi 3.000 paten penemuan ilmiah. Lelaki kelahiran Milan, Ohio, AS, 11 Februari 1847, ini tinggal di sebuah rumah besar dengan dikelilingi pagar besi. Para tamu yang akan masuk ke halaman rumahnya, harus membuka pintu gerbang besi yang amat berat, dan kemudian menutup kembali pintu tersebut sampai benar-benar tertutup. Sebagai ilmuwan produktif yang banyak membuat penemuan baru, tentu ia banyak dikunjungi tamu. Apalagi ia pernah memiliki pabrik dan laboratorium dengan 300 karyawan. Suatu ketika seorang teman dekatnya mengeluh kepada E...

Benar Benar Cinta Tanah Air

Tahun 1970 saya ke Singapura dan selama setahun tinggal di Hotel Grand Central di Kramat Road. Di depan hotel itu ada tanah kosong luas yang dibelah sungai dan sebuah taman di pinggir Orchad Road. Suatu pagi saat hendak ke kantor, saya berjalan melewati perpustakaan kecil di lingkungan sekolah TK yang terletak di pojok taman. Sang ibu guru sedang mengajar dengan memberi contoh, bagaimana membuka dan menutup keran air. Misalnya, membuka keran tak perlu besar-besar, pakailah air seperlunya, dan setelah selesai segera tutup keran dengan baik. Diajarkan pula, mereka harus menghemat air, karena air harus dibeli dari luar negeri, yakni Malaysia, mengingat terbatasnya air di Singapura. Meski kami mengajarkan hal serupa kepada anak-anak di rumah, saya amat terkesan dengan pelajaran sederhana itu. Di lain hari, sehabis hujan deras dan banjir melanda darah itu, karena sungainya meluap, air masuk sampai ke basement hotel sampai bibir lantai dasar. Sekali lagi, ada pemandangan menarik di TK terseb...

Motivasi Hari Ini

Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? “ MATI “ Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? “ MASA LALU “ Apa yang paling besar di dunia ini? ” NAFSU “ Apa yang paling berat di dunia ini? ” MEMEGANG AMANAH “ Apa yang paling ringan di dunia ini? “ MENINGGALKAN SHOLAT “ Apakah yang paling tajam di dunia ini? ” LIDAH MANUSIA “ Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan. -Confucius Hampir semua pria mampu bertahan menghadapi kesulitan. jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan. -Abraham Lincoln Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah. Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran.

Asal usul Marhaenisme

Uraian berikut ditulis dan disalin dari biografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia by Cindy Adams. Perlu diperhatikan bahwa situasi yang tergambarkan oleh uraian Bung Karno ini adalah keadaan Indonesia (Hindia Belanda) pada tahun 1920 an, ketika beliau sedang masa studi di Techniche Hoogeschool te Bandung (THB) atau sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Marhaenisme AKU baru berumur 20 tahun ketika suatu ilham politik yang kuat menerangi pikiranku. Mula-mula ia hanya berupa kuncup dari suatu pemikiran yang mengorek-ngorek otakku, akan tetapi tidak lama kemudian ia menjadi landasan tempat pergerakan kami berdiri. Di kepulauan kami terdapat pekerja-pekerja yang bahkan lebih miskin daripada tikus-gereja dan dalam segi keuangan terlalu menyedihkan untuk bisa bangkit di bidang sosial, politik dan ekonomi. Sungguh pun demikian masing-masing menjadi majikan sendiri. Mereka tidak terikat kepada siapapun.  Dia menjadi kusir gerobak kudanya, dia menjadi pe...

Paranoid

Apa itu paranoid ? Gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya.  Gejalanya / cirinya berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan secara tidak rasional dan timbul delusi.  Pemikiran paranoid biasanya disertai anggapan akan dianiaya oleh sesuatu yang mengancamnya.  Paranoid biasanya paling mudah menyerang pada pihak pihak yang sedang memiliki kekuasaan atau kuasa atas sesuatu.   Orang yang memiliki kepribadian pranoid cenderung terlalu sensitif terhadap kritik, baik nyata atau dibayangkan. Gejala paranoid lainnya adalah kecurigaan yang sangat berlebihan, meyakini akan adanya motif-motif tersembunyi dari orang lain.  Selanjutnya merasa akan dimanfaatkan atau dikhianati oleh orang lain dan ketidakmampuan dalam melakukan kerjasama dengan orang lain.